Hanahaki Disease: Penyakit yang mengubah tubuh si korban menjadi kanvas dalam seni tidak bergerak


Kita telah melihat berbagai ragam penyakit; dari yang mudah diobati hingga yang sulit untuk disembuhkan, hampir dibutuhkan usaha keras untuk mengusir penyakit itu. Kini kita berpindah sedikit pada hal yang fiksi. Kita bersapa dengan penyakit yang kini sedang terbesit dalam benak penulis.

Cuba bayangkan jika sekarang...disaat teman-teman sedang terbaring di atas kasur, membaca halaman ini, bibirmu terasa gatal dan kau mencari tahu benda apa yang tersangkut di dalam mulut mu. Tanganmu gemetar tak karuan, mengeluarkan benda itu dan melihatnya dengan kedua matamu sendiri.

"Kelopak bunga?" Kamu tertegun, menatap benda yang mirip seperti kelopak bunga mawar, berwarna merah cerah.

Tiba-tiba, tenggorokan mu terasa gatal, kamu ingin batuk.

Uhuk! Uhuk!

Matamu terfokus pada benda yang keluar dari dalam mulut mu, kelopak-kelopak bunga. Benda kecil itu mampu membuat dirimu mematung dan mengeluarkan keringat dingin, kamu sedang mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan dirimu saat itu. Namun, dada mu yang tiba-tiba terasa sesak membuat sekujur tubuhmu mati rasa. Itu membuatmu teringat akan satu hal.

"Hanahaki."

Ah, lega sekali saat kamu mengatakan nama itu di depan layar handphone mu. Kau sangat membantu.

Hanahaki, inilah topik pembicaraan kita. Sebuah penyakit yang mampu membuat tubuhmu menjadi kanvas dalam pertunjukan seni tidak bergerak. Penyakit ini membuat paru-paru mu sebagai rumah bagi inangnya. Kau akan batuk-batuk dan mengeluarkan kelopak-kelopak bunga. Penyakit ini tentu saja menguras daya hidup mu, semenjak penyakit ini disebabkan oleh cinta.

Cinta? M–Maksudmu...hanya karena cinta aku sampai terkena penyakit ini!? GAK MASUK AKAL!

Tenang. Aku tahu apa yang sedang kalian pikirkan. Kalian berpikir jika ini semua hanyalah akal-akalan penulis saja, bukan? Kalian salah!

Dalam dunia fiksi, Hanahaki digambarkan sebagai penyakit dengan penyebabnya adalah karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Terdengar tidak masuk akal namun itulah kenyataannya. Bagiku ini adalah penyakit yang pantas diderita bagi setiap orang yang menyimpan perasaan mereka bagi orang yang mereka cintai.

Hanahaki tidak akan sembuh bilamana mereka yang menderita tidak menyatakan perasaan mereka pada orang terkasihnya. Sungguh perjuangan yang sungguh menguras batin dan raga. Oh, penulis merasa kasihan bagi mereka yang menderita Hanahaki.

Hanya ada dua cara untuk menyembuhkan Hanahaki, yaitu;

  1. Normal method. Cara ini yang mungkin terdengar sangat sulit bagi beberapa orang, yaitu dengan cara meluapkan perasaan kalian kepada orang yang kalian cintai. Eh, ada konsekuensinya loh! Jika perasaan kalian tidak terbalaskan atau lebih buruk ditolak, maka kalian akan mati. Ya, sekali lagi saya ulangi, kalian akan M-A-T-I. Hanahaki akan menggerogoti tubuh kalian hingga pada akhirnya, tubuh kalian pun menjadi rumah bagi para bunga.
  2. Medical method. Ini adalah cara yang paling mudah. Kalian hanya perlu pergi ke rumah sakit, meminta jadwal pengoperasian, dan pada akhirnya dokter mengangkat Hanahaki dari dalam tubuhmu. Konsekuensinya? Perasaan cinta kalian kepada orang tersebut akan menghilang untuk selama-lamanya. Yup, kalian tidak akan bisa mencintai orang yang sama lagi. Kalian bisa mencari yang baru.



Terdengar menggelikan, mengingat Hanahaki adalah penyakit fiksi dan dengan semangatnya saya menjelaskan kepada kalian panjang lebar mengenai hal yang tidak akan terjadi di dunia nyata.

Apa gunanya? Ini adalah hobiku. Sampai jumpa dan oh ya–

Selamat datang di Blogger JK.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morphology and Syntax: Morpheme, Root, and Productivity in Affix